BERITA


Tunarungu bersholawat emang bisa?

SLB Negeri 01 Jakarta akan mengadakan acara dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Dari seluruh rangkaian acara, anak tunarungu harus menampilkan sholawat. Hah, memang bisa anak tunarungu bersholawat?

Anak Tunarungu memilki hambatan dalam pendengaran akibatnya individu tunarungu memiliki hambatan dalam berbicara sehingga mereka biasa disebut tunawicara. Cara berkomunikasi mereka (read: tunarungu) dengan individu lain dapat dengan menggunakan bahasa isyarat.

Begitupula dengan kegiatan bersholawat. Bukan tidak mungkin penyandang tunarungu juga bisa bersholawat dengan isyarat. Tentunya, gerak bibir juga dapat kita latih untuk turut melatunkan sholawat dengan cara ….. hmm apa ayo?

Yuk! Kita sama-sama berbagi langkah-langkahnya.

Pertama, buka percakapan dengan guru mengajak melihat kalender dan bertanya pada peserta didik tunarungu, “Wah sebentar lagi ada tanggal merah. Ada acara apa ya?”

Peserta didik membaca tulisan keterangan tanggal merah di kalender tersebut. “Maulid Nabi Muhammad SAW” jawab murid-murid.

Kedua, guru menjelaskan siapa Nabi Muhammad itu dan bagaimana cara menyambut datangnya Maulid Nabi Muhammad yaitu dengan bershalawat.

Ketiga, guru bersama peserta didik bercakap keutamaan dan syafaat bershalawat kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. Mengapa hal seperti ini harus dijelaskan? Karena tunarungu mengalami kesulitan terhadap sesuatu yang abstrak akibat hambatan dalam perolehan bahasanya, sehingga pengenalan siapa nabi Muhammad dan penjelasan tentang manfaat bersholawat itu sangat penting mereka ketahui dengan harapan akan menimbulkan rasa senang dan butuh untuk bershalawat bagi anak-anak tunarungu. Pemahaman mereka juga diharapkan utuh.

Keempat, guru memperlihatkan teks shalawat untuk melatih kemampuan oral anak-anak tunarungu. Karena Walaupun shalawat bisa dengan isyarat, namun kemampuan oral mereka (tunarungu) terus kita latih dan tingkatkan.

Kelima, guru memberi contoh peragaan isyarat baris perbaris dan diikuti seluruh peserta didik.

Keenam, peserta didik dievaluasi satu persatu dan teman lain juga harus terus memperhatikan temannya yang sedang dievaluasi agar daya ingatnya semakin kuat tentang isyarat sholawat.

Ulangi langkah kelima dan keenam hingga selesai.


Jadi, apakah tunarungu bisa bersholawat? tentu bisa dong!

Kontak


Alamat :

Jl.Pertanian Raya Lebak Bulus

Telepon :

0217696074 - 081311131147

Fax :

021-7696074

Email :

slbnegeri1jakarta@gmail.com

Website :

https://www.slbnegeri1jakarta.sch.id

Media Sosial :

Berita Terbaru


Image

Nobar Film Jumbo bareng Visinema

Image

24 Peserta Didik SMALB Lulus

Image

Melukis Kota Jakarta

Image

Anak SLB Main Drama Musical?

<

Banner